Sabtu, 05 September 2009

RADIT

Sepi sekali di kala itu, murid-murid sementara kehilangan kewajibannya ke sekolah. Tiga minggu tepatnya murid-murid tak duduk di singgasananya. Hari-hari pun dimulai, meski panas tak membuat Papang kehilangan semangatnya. Di saat semua orang menghabiskan waktunya di rumah karena terik matahari yang begitu menyengat. Papang bersama dua sahabat karibnya pergi menonton di ruang gelap. Dimas dan radit, begitu mereka dipanggil. Hampir 2 tahun mereka bertiga menghabiskan hari-harinya di ruang yang sama. Radit yang tertua diantara mereka. Oleh karena itu, Papang dan Dimas mengizinkan Radit memiliki teman jalan terlebih dahulu. Akhirnya mereka tidak bertiga lagi dan mereka pergi bersama untuk menonton layar raksasa.