Sepi sekali di
kala itu, murid-murid sementara kehilangan kewajibannya ke sekolah. Tiga minggu
tepatnya murid-murid tak duduk di singgasananya. Hari-hari pun dimulai, meski
panas tak membuat Papang kehilangan semangatnya. Di saat semua orang menghabiskan
waktunya di rumah karena terik matahari yang begitu menyengat. Papang bersama
dua sahabat karibnya pergi menonton di ruang gelap. Dimas dan radit, begitu
mereka dipanggil. Hampir 2 tahun mereka bertiga menghabiskan hari-harinya di ruang
yang sama. Radit yang tertua diantara mereka. Oleh karena itu, Papang dan Dimas
mengizinkan Radit memiliki teman jalan terlebih dahulu. Akhirnya mereka tidak
bertiga lagi dan mereka pergi bersama untuk menonton layar raksasa.