Rabu, 07 Maret 2012

RASA PERCAYA UNTUK MELAWAN KORUPSI


Sudah bukan sesuatu hal yang asing ditelinga seluruh penduduk Indonesia tentang ketenaran negera ini sebagai salah satu peringkat teratas negara terkorup di dunia. Entah bagaimana dunia dapat menilai seperti itu tapi tentunya kita bisa membenarkan fakta tersebut pada masa-masa sekarang ini. Ketika mata kiri ini memandang terlihat orang-orang berpenampilan mewah dan harta berlimpah yang bahkan mungkin bisa untuk membiayai beberapa keluarga miskin. Tetapi apa yang sudah mereka perbuat untuk negara ini. Mungkin terlalu berat pertanyaan ini untuk mereka jawab. Kalau begitu saya ubah, apa yang sudah mereka perbuat untuk orang-orang di sekitar mereka. Ketika mata kanan ini memandang terlihat orang-orang berpenampilan seadanya. Tak terhitung harta yang mereka punya karena memang hanya cukup dipaksakan untuk hidup sehari atau mungkin malah beberapa jam saja. Dan tahukah kalian apa yang sudah mereka perbuat untuk negara ini. Mereka membekali anak-anak mereka dengan cinta, tekad dan doa. Dengan kepercayaan dari orang-tua, anak-anak mereka akan tumbuh sebagai manusia dengan penuh rasa percaya. Percaya bahwa suatu saat negeri ini pasti akan berubah sesuai dengan apa yang kita cita-citakan dahulu. Menjadi negara yang Aman dan Damai, Makmur dan Sejahtera, dan tentunya sebagai negara yang selalu dicintai oleh warga negaranya.

Dua sisi yang berbeda diatas telah menggambarkan bahwa masih ada kesenjangan yang terlalu besar. Di negeri ini ditinggali penduduk yang sangat kaya dan penduduk yang sangat miskin. Kita memang tidak bisa menghapuskan kemiskinan akantetapi kita dapat mengubah proporsi kemiskinan ini. Namun, bukan hal ini yang akan saya bahas. Propaganda Anti-Korupsi hal sebenarnya mengapa saya menulis hal-hal di atas. Banyak kegiatan-kegiatan berupa seminar, workshop, pelatihan, dan juga sudah banyak kurikulum pendidikan yang mengajarkan tentang Anti-Korupsi. Kegiatan-kegiatan tersebut menjelaskan begitu gencarrnya mengenai korupsi agar kita bisa menjadi generasi Anti-Korupsi. Namun, Para Koruptor juga terus berkembang. Sangat sulit membedakan orang yang melakukan korupsi dengan yang tidak. Mereka sudah menjadi suatu sindikat yang menjamur di berbagai instansi. Entah bagaimana mereka memulai mengeruk uang-uang negara, membudayakannya ke setiap sudut, dan akhirnya mereka menghantarkan negara ini menjadi negara terkorup. Negara ini sebenarnya juga telah bertindak. Kita memiliki UU tentang tindakan korupsi, kita memiliki aparat penegaknya (polisi, jaksa,dan hakim), kita bahkan memiliki badan khusus yang menangani korupsi (KPK), dan pendidikan Anti-Korupsi juga sudah memasuki Kurikulum pendidikan. Mereka telah bertindak dengan baik, banyak kasus-kasus korupsi telah terungkap. Sayangnya lebih banyak kasus lagi yang belum terungkap, terutama kasus-kasus yang melibatkan petinggi-petinggi yang justru seharusnya melawan korupsi. Kalau dipikir untuk menghapuskan korupsi secara seketika saat ini, menurut saya tidak mungkin. Yang lebih realitis adalah secara bertahap kita sebagai generasi Anti-Korupsi bersiap untuk menggantikan mereka yang terkait korupsi sambil para penindak korupsi terus-menerus tanpa pantang menyerah membongkar kasus-kasus korupsi dan menangkap oknum-oknum terkait korupsi.
Untuk menjadi generasi Anti-Korupsi yang benar-benar Anti-Korupsi, bukan hanya dibutuhkan sekedar paham mengenai Korupsi. Yang paling penting adalah mempratikkannya dikehidupan sehari-hari, terutama dalam masalah pekerjaan yang menyangkut kepentingan orang banyak. Apa gunanya paham mengenai Korupsi jika malah digunakan untuk mencari celah-celah dalam melakukan tindakan korupsi. Oleh karena itu saya akan membahas salah satu faktor penting yang dapat dijadikan pegangan dalam tindakan Anti-Korupsi. “Percaya” satu kata yang dapat mengubah sudut pandang kita. Dalam berbagai aspek, kita sudah mengenal kata “Percaya”, untuk itu saya menggambarnya pada beberapa aspek. Pertama dan yang paling penting dalam Agama. Rasa percaya pada Agama yaitu kita percaya adanya Allah. Allah telah menugaskan kita untuk menjaga bumi ini dan berbuat baik terhadap sesama. Apabila kita melaksanakannya maka kita dijanjikan surga, dan bila melakukan yang sebaliknya maka akan mendapat balasan ditempatkan dineraka. Seharusnya dengan rasa percaya dalam agama saja, sudah bisa menjauhkan diri kita dari korupsi. Karena meskipun kita melakukan korupsi tanpa diketahui orang lain pun, Allah mengetahui apa yang kita lakukan dan suatu saat memberikan balasan yang setimpal. Namun hal ini tidak berlaku bagi orang yang tidak waras dan yang tidak beragama. Kita pun tidak bisa menyalahkan mereka karena mereka pasti tidak tahu atau bahkan tidak memiliki rasa percaya dalam agama.
            Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah rasa percaya dalam Sosial. Sebelum kita memasuki dunia sosial kita harus memiliki rasa percaya dalam diri sendiri. Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu hal yang benar jika kita tidak memiliki rasa percaya dalam diri sendiri. Tentunya kita harus percaya terhadap hal-hal yang benar. Hal-hal yang benar harus sudah diajarkan sejak-kecil kemudian berlanjut pada pendidikan formal dan informal. Setelah kita dapat membedakan yang benar dan yang salah, kita mengerjakan sesuatu yang benar dengan penuh rasa percaya. Namun percaya dalam diri sendiri juga dapat tergoyah karena pengaruh sosial. Karena pengaruh sosial yang kuat untuk melakukan korupsi, dapat membuat rasa percaya dalam diri-sendiri pun runtuh. Terlebih lagi jika pengaruh buruk tersebut berasal dari petinggi-petinggi ditempat dimana kita berada atau pihak-pihak yang memiliki uang berlimpah. Secara nyata mungkin hal ini yang lebih sering terjadi dalam kasus korupsi di Indonesia. Para penguasa mengangkat para bawahan yang juga cerdas tapi sudah tidak memiliki rasa percaya untuk menjadi pelaksana dalam mengorupsi uang-uang rakyat. Untuk itu diperlukan rasa percaya dalam sosial, yang datangnya tidak dari diri-sendiri tetapi dari orang-orang sekitar. Kita diciptakan Allah sebagai makhluk sosial, makhluk yang tidak dapat hidup sendiri lebih tepatnya memerlukan bantuan dari orang lain. Rasa percaya dari orang lain yang diberikan pada kita, itu merupakan salah satu kunci Anti-Korupsi dapat berjalan. Seorang pemimpin tidak mungkin dapat memimpin dengan baik, jika tidak ada seorang pun atau hanya minoritas yang memberikan rasa percaya terhadapnya. Seorang orator tidak mungkin mendapat perhatian para pendengarnya, jika tidak ada seorangpun audience memberikan rasa percaya terhadapnya. Seseorang tidak mungkin melakukan korupsi, jika orang-orang disekitarnya memberikan rasa percaya bahwa dirinya adalah Anti-Korupsi. Hanya dengan rasa percaya dari orang sekitar, membuat perubahan yang begitu besar bagi diri kita.
Yang ketiga, Karena kita tinggal dinegara hukum, tentunya kita harus memiliki rasa percaya dalam Hukum. Apa jadinya jika suatu negara memiliki hukum tetapi tidak ada seorangpun yang percaya akannya. Tindakan kriminal terjadi dimana-mana dan tidak ada seorangpun yang menindaknya. Korupsi merajalela dan seketika negara ini akan ambruk. Untuk itu lah kita harus percaya pada hukum, bahwa memang ada sesuatu hal yang harus diatur dan tentunya ada pihak yang mengawasi bagaimana hukum itu dijalankan. Saling percaya antara pelaku hukum dan penegak hukum, maka korupsi pun akan terhindarkan. Dengan menerapkan rasa percaya dalam aspek-aspek diatas, membuat kita memiliki kepribadian yang Anti-Korupsi. Ini semua dapat kita jadikan sebagai modal awal dalam menapaki dunia kerja ke depan terutama pegawai negeri sipil di lingkungan keuangan yang secara nyata mengurus uang rakyat.
Saya telah memaparkan suatu tindakkan pencegahan dalam Korupsi. Sebenarnya mengapa kita harus Anti-korupsi. Dampak apa yang akan terjadi jika terus-menerus terjadi korupsi. Secara nyata korupsi menambah kesejangan antar masyarakat dan menjadikan pendapatan tidak merata tersebar. Orang yang korupsi akan semakin kaya, mereka tidak peduli dengan orang-orang yang seharusnya mendapat bantuan dari dana yang dikorupsi. Sebenarnya apa yang menjadikan mereka sebagai seorang koruptor. Apakah mungkin cita-cita sejak kecil ataukah memang jalan hidup. Apakah mereka benar-benar gila harta dan berniat untuk memperkaya diri sendiri. Apakah pengaruh orang lain dan juga pemikiran bahwa negara ini akan terus seperti ini yang menjadikan apa salahnya jika kita korupsi. Apapun alasan mereka tentu tidak dapat diterima karena ini menyangkut kepentingan orang banyak. Disaat kita sudah mengenal korupsi, kita harus bersumpah untuk tidak melakukan korupsi. Sejak awal kita harus bercita-cita untuk menolong sesama, merasa ikut bertanggung-jawab dengan kehidupan orang lain, ini berarti menandakan kita Anti-Korupsi. Dan tentunya kita harus percaya bahwa suatu saat negara ini akan terlepas dari korupsi, walaupun nyatanya tidak dapat dihapuskan secara keseluruhan. Karena beberapa orang sekarang sudah tidak percaya dengan negara ini, mereka sudah menyerah untuk menghadapi tantangan negara ini. Mereka orang-orang lemah yang nantinya cuman bercita-cita untuk memuaskan diri mereka sendiri.
HALO GENERASI ANTI-KORUPSI!!! sudah kah kalian sadar apa yang harus kalian lakukan untuk negara. Memang tugas yang berat untuk menjadikan negara ini maju dan bebas korupsi, selama masih ada kemauan, harapan, semangat, cita-cita, tekad, impian dari kita untuk melakukannya. Negara ini akan terlahir kembali seperti apa yang ada dalam bayangan kita semua. Saya tidak ingin mengubah tujuan hidup kalian tetapi saya hanya ingin kalian menambahkannya dalam daftar panjang rencana kalian kedepan. Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menyikapi korupsi, asalkan itu baik silahkan kalian lakukan. Saya tetap percaya walaupun kelak bukan generasi saya yang membuat negara ini maju, selalu ada orang yang memiliki pemikiran yang sama bahkan lebih baik yang akan memimpin dimasa mendatang. Tetap berjuang kawan-kawanku, aku percaya perjuangan kita nanti tidak akan sia-sia. Hancurkan KORUPSI dan budayakan ANTI-KORUPSI.

1 komentar:

  1. Coba semua pemimpin negara ini bisa sadar, indonesia pasti udah ga ada yang ngalahin...
    SDA kaya, SDM banyak, negara tropis, kurang apa lagi hehe...
    thx for sharing :)

    BalasHapus