Rabu, 07 Maret 2012

RASA PERCAYA UNTUK MELAWAN KORUPSI


Sudah bukan sesuatu hal yang asing ditelinga seluruh penduduk Indonesia tentang ketenaran negera ini sebagai salah satu peringkat teratas negara terkorup di dunia. Entah bagaimana dunia dapat menilai seperti itu tapi tentunya kita bisa membenarkan fakta tersebut pada masa-masa sekarang ini. Ketika mata kiri ini memandang terlihat orang-orang berpenampilan mewah dan harta berlimpah yang bahkan mungkin bisa untuk membiayai beberapa keluarga miskin. Tetapi apa yang sudah mereka perbuat untuk negara ini. Mungkin terlalu berat pertanyaan ini untuk mereka jawab. Kalau begitu saya ubah, apa yang sudah mereka perbuat untuk orang-orang di sekitar mereka. Ketika mata kanan ini memandang terlihat orang-orang berpenampilan seadanya. Tak terhitung harta yang mereka punya karena memang hanya cukup dipaksakan untuk hidup sehari atau mungkin malah beberapa jam saja. Dan tahukah kalian apa yang sudah mereka perbuat untuk negara ini. Mereka membekali anak-anak mereka dengan cinta, tekad dan doa. Dengan kepercayaan dari orang-tua, anak-anak mereka akan tumbuh sebagai manusia dengan penuh rasa percaya. Percaya bahwa suatu saat negeri ini pasti akan berubah sesuai dengan apa yang kita cita-citakan dahulu. Menjadi negara yang Aman dan Damai, Makmur dan Sejahtera, dan tentunya sebagai negara yang selalu dicintai oleh warga negaranya.

Rabu, 06 April 2011

NEVER EXPECTED BY ME


Dunia ini penuh dengan hal-hal yang mengejutkan. Hal-hal yang bahkan tak sedikit pun terpikir oleh kita semua. Namun, hal itu nyata terjadi di kehidupan ini. Baik itu sesuatu hal yang baik maupun sesuatu hal yang buruk. Yang pasti banyak hal-hal mengejutkan yang terjadi dalam hidup kita. Dan itu semua telah ditakdirkan dalam alur kehidupan kita. So, saya saran kan untuk rajin beribadah dan selalu mengucap syukur. Kembali ke alur cerita, yang mungkin akan mengejutkan kalian semua. Untuk itu saya saran kan untuk pembaca yang tidak memiliki selera humor diharap tidak membaca cerita ini. Karena dapat menimbulkan trauma mendalam.
Setelah beberapa bulan saya vakum menghibur kalian semua. Kini saya siap menghadirkan kisah-kisah baik itu menyedihkan atau yang benar-benar lucu tapi semua cerita saya tulis tidak pernah luput dari sentuhan komedi. Kali ini saya akan bercerita mengenai kelanjutan cerita yang berjudul “Just be Friend”. Terlihat memang kisah tersebut telah berakhir tapi ternyata masih ada sambungannya. Mari kita simak cerita ini, dimohon untuk membaca cerita ini sampai selesai jangan ada yang terlewat 1 kata pun.

Minggu, 28 Maret 2010

JUST BE FRIEND

Waktu tak kan pernah berhenti bergulir untuk itu pula perjuangan akan terus berjalan. Pahlawan saat ini adalah orang yang tak kenal kata menyerah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Melon mungkin sosok tersebut yang akan terus kuceritakan pada cerita-ceritaku ke depan. Nama buah sudah lah lebih tepatnya buah kesukaan aku. Hehehe, udah langsung masuk ke cerita dari pada basa-basi melulu, aku malah kelihatan narsis.
Melon, udah jelas klo yang namanya Melon udah pasti ijo, terus seger baget apalagi klo dijus. Waduh3x, bisa nggak berhenti minum aku. Loh malah balik narsis lagi. Bukan berarti anak yang kuceritakan ini, anaknya kulitnya ijo terus bisa dijus. Kejauhan ngebayangin kalian, anggap aja Melon tuh orang yang paling kelihatan bahagia diantara teman-teman kalihan. Hati-hati, aku nulisnya cuman kelihatan loh, padahal ga sepenuhnya yang dilihat itu bener kan. Melon adalah anak kelas tiga sma yang sebentar lagi akan menghadapi UAN. Widih3x, udah tua yah dia. Dasar Melon tuh memang orangnya gila, suasana kayak gini sepet-sepetnya dia tebar pesona, sama adek kelas pula. Sebenernya aku juga mau ceritakan sahabat-sahabat melon tapi mungkin dilain kesempatan, nunggu klo aku sudah bisa bikin buku sendiri atau setidaknya bukan dalam cerita ini. Fokus kekegilaan Melon, emang klo dasarnya udah gila yah gila aja. Melon hobi sekali dengan yang namanya komputer. Yang berhubungan dengan komputer pasti dia gemari. Salah satunya yah yang sekarang ini disuka sama anak-anak muda, that's right "facebook lah". Hampir setiap hari melon membuka akunnya, biarpun sepi alias paling cuman ganti status sendiri atau ganggu halaman facebook orang lain. Setidaknya hal ini sudah menjadi santapan sehari-hari bagi dirinya.

Sabtu, 05 September 2009

RADIT

Sepi sekali di kala itu, murid-murid sementara kehilangan kewajibannya ke sekolah. Tiga minggu tepatnya murid-murid tak duduk di singgasananya. Hari-hari pun dimulai, meski panas tak membuat Papang kehilangan semangatnya. Di saat semua orang menghabiskan waktunya di rumah karena terik matahari yang begitu menyengat. Papang bersama dua sahabat karibnya pergi menonton di ruang gelap. Dimas dan radit, begitu mereka dipanggil. Hampir 2 tahun mereka bertiga menghabiskan hari-harinya di ruang yang sama. Radit yang tertua diantara mereka. Oleh karena itu, Papang dan Dimas mengizinkan Radit memiliki teman jalan terlebih dahulu. Akhirnya mereka tidak bertiga lagi dan mereka pergi bersama untuk menonton layar raksasa.